Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jalani Karantina, Begini Pilu Andrea Tak Bisa Berjumpa dengan Ibu yang Sekarat

Salwa Izzati Khairana , Jurnalis-Sabtu, 08 Januari 2022 |13:07 WIB
Jalani Karantina, Begini Pilu Andrea Tak Bisa Berjumpa dengan Ibu yang Sekarat
Ilustrasi Karantina (Freepik)
A
A
A

McCourt mengatakan, dia dan ibunya sudah siap pagi itu untuk bertemu satu sama lain. Namun, pemberitahuan dari email tersebut mematahkan hati untuk mengunjungi ibunya dan membuatnya terperangah.

"Sepertinya mereka mengikat kita, Itu, bagi saya, menjijikkan. Aku tidak bisa menelepon ibuku untuk memberitahunya," uajr McCourt.

Sebaliknya, dia menelepon saudara perempuannya untuk menyampaikan berita buruk itu. McCourt mengatakan, dia merasa seperti diberi harapan palsu.

Sejak itu dia berbicara dengan ibunya yang sangat lemah dan lelah melalui telepon, tetapi itu tidak sama dengan dapat melihatnya secara langsung.

"Ini benar-benar kekacauan," katanya.

McCourt mengatakan dia dan suaminya merasakan tekanan karena ibunya bisa mati kapan saja.

"Dia berpegang pada harapan bahwa dia bisa melihat Andrea untuk terakhir kalinya," paparnya.

(Kurniawati Hasjanah)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement