Tempo dulu
1. Formulasi berbasis empiris (Sudah dipergunakan secara turun-temurun).
2. Dibuat secara manual melalui penggerusan dan perebusan.
3. Rasanya yang pahit dan tidak enak.
4. Dijual secara keliling atau jamu gending dan warung kaki lima.
5. Bentuknya serbuk seduhan atau cairan.
6. Kemasan sederhana dan terkesan kuno.
7. Dikenal sebagai minuman orangtua.
Masa kini
1. Formula berbasis empiris dan atau penelitian.
2. Pengolahannya menggunakan teknologi.
3. Memiliki berbagai varian rasa.
4. Dapat diperoleh secara online bahkan saat ini sudah ada kafe jamu.
5. Bentuknya kapsul, tablet, pil, bahkan permen.
6. Dikemas dengan menarik dan kekinian.
7. Dikonsumsi oleh berbagai generasi.
(Martin Bagya Kertiyasa)