TULUNGAGUNG - Sutarji, warga Tulungagung ini mempunyai hobi unik mengoleksi benda - benda antik dan benda yang berkaitan dengan kematian.
Sutarji mengoleksi ribuan benda antik dan benda yang berkaitan di kematian di rumah pribadinya. Ia menjadikan rumahnya layaknya museum benda antik.
Okezone mencoba menemuinya di kediamannya di Dusun Jeding Kulon RT 1 RW 1 Desa Aryojeding, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung. Kesan mistis memang terasa saat tiba di depan rumah Sutarji.
Area rumah yang menghadap kebun jagung dengan ornamen - ornamen unik telah menyambut siapapun tamu yang hadir. Di depan rumah Sutarji, lampu menyerupai tanduk terbuat dari kayu sejumlah 7 unit dengan lampu teplok.

Baca Juga:
Rahasia Kecantikan Pramugari Singapore Airlines, Pantas Saja Memikat Kaum Jomblo
Mau Nyobain Naik Balon Udara di Cappadocia? Segini Budget yang Perlu Disiapkan
Gapura utama rumah terdapat dua ukiran batu ular dan tulang kepala sapi terlihat nyentrik dibandingkan rumah - rumah pada umumnya. Hiasan ini terpampang tepat di bagian tengah atas gapura pintu masuk.
Bergeser ke selatan, terdapat sebuah keranda mayat yang terpasang di tepi jalan paving yang merupakan akses jalan desa setempat, sudah menyambut siapapun yang datang.
Keranda mayat lengkap dengan kain pembungkus bertuliskan Arab lafal syahadat terpasang tergantung di atap dengan bangunan rumah menyerupai gasebo. Bangunan ini tepat berdiri di atas saluran air irigasi yang juga didesain sedemikian unik dengan ukiran yang ada. Total ada lima keranda jenazah yang dimilikinya.

Anda akan terkejut lantaran ada lima pintu gerbang yang dapat dimasuki saat menuju rumah Sutarji. Dua gerbang menuju koleksi bangunan rumah yang digunakan menampilkan koleksi benda - benda unik miliknya.
Tiga gerbang lagi merupakan area masuk ke rumah utama, dalam hal ini ruang tamu dan ruang keluarga. Tetapi sebenarnya seluruh bagian rumah Sutarji ini tersambung satu sama lain dengan luas hampir 280 meter persegi.