Akhirnya pada tahun 1385, seorang biarawan bernama Gen'nō memukul batu itu. Ia berhasil menghancurkannya, dan menyebarkan potongan batu kematian ke seluruh masyarakat Jepang.
Sejak saat itu beberapa batu diberi nama Sesshōsekie, namun di sumber air panas Nasu merupakan wujud 'Batu Kematian' yang asli.
Kepercayaan untuk jangan mendekati 'Batu Kematian' masih diyakini masyarakat Jepang sampai saat ini. Di luar kepercayaan akan kepercayaan masyarakat terhadap legenda ceritanya.
Sebab, daerah ini dikenal akan keberadaan gunung berapi yang menghasilkan gas beracun, seperti hidrogen sulfida dan belerang dioksida. Hal tersebut juga menjadi indikasi asal mula mitos 'Batu Kematian'.
Di dekat batu ini juga dibangun kuil untuk mendedikasikan keberadaan Rubah Ekor Sembilan. Selain itu, juga bertujuan untuk menenangkan roh Tamamo-no-Mae yang terkenal cantik namun mematikan.
(Rizka Diputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.