Namun, tindakan yang dilakukan Johnson juga mendapat kecaman dari para anggota parlemen pekan lalu. Bahkan untuk bisa meloloskan pengetatan terbaru, termasuk mewajibkan kembali penggunaan masker di tempat umum, Johnson mengandalkan dukungan dari oposisi, Partai Buruh.
Memang, sejak kasus Omicron pertama terdeteksi pada 27 November di Inggris, Perdana Menteri Boris Johnson telah memberlakukan pembatasan yang lebih ketat di Inggris. Dia memperingatkan bahwa varian Omicron dapat mengatasi pertahanan kekebalan dari mereka yang diinokulasi dengan dua suntikan vaksin.
Pihak berwenang Inggris tidak memberikan detail lebih lanjut tentang pasien yang meninggal, selain bahwa dia didiagnosis di rumah sakit. Tidak diketahui apakah pasien itu telah divaksinasi atau memiliki masalah kesehatan yang mendasarinya.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.