MENTERI Kesehatan, Menkes Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa kemampuan netralisasi virus pasca infeksi dan imunisasi menurun terhadap varian Omicron dibandingkan dengan varian Covid-19 lainnya. Hal tersebut ia sampaikan dalam Keterangan Pers Terkait Evaluasi PPKM, Senin (20/12/2021).
Sebagaimana diketahui, pada Kamis 15 Desember 2021, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mengonfirmasi kasus pertama Omicron dialami oleh pasien berinisial N yang bekerja sebagai tenaga kebersihan di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet.

Tenaga kebersihan tersebut terinfeksi Omicron pada 8 Desember 2021 yang ditularkan dari pelaku perjalanan luar negeri. Pelaku perjalanan tersebut adalah seorang wanita Indonesia yang datang pada 27 November dari Nigeria.
"Ada kemungkinan besar bahwa beberapa orang yang sudah divaksinasi lengkap maupun booster tetap tertular Omicron," terang Menkes Budi, dalam penjelasannya.
Baca Juga : 542 Ribu Anak Usia 6-11 Sudah Disuntik Vaksin Covi-19 dalam Seminggu
Berdasarkan hasil temuan yang diperoleh bisa dipastikan bahwa varian Omicron ini memang dapat menembus kekebalan antibodi dari orang yang telah divaksinasi lengkap dan telah mendapatkan booster. Sebab secara logika pekerja kebersihan di Wisma Atlet tersebut tentu telah mendapatkan vaksinasi lengkap sebelumnya.
Baca Juga : Benarkah Masker Ganda Bisa Jaga Tubuh dari Serangan Omicron?
Sebagai catatan penting lainnya, Menkes Budi juga menjelaskan bahwa semua kasus Covid-19 yang disebabkan oleh varian Omicron di Indonesia adalah imported case (Kasus yang masuk dari luar negeri).
"Pertama adalah yang datang dari Nigeria pada 27 November dan ini juga menunjukkan bahwa semua kasus terjadi di karantina, bisa kita tangkap di karantina dan sampai saat ini belum ada yang menyebar keluar," tuntasnya.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.