JAKARTA - Pramugari asal India, Neerja Bhanot rela bertaruh nyawa demi selamatkan penumpang dari aksi teroris di pesawat. Kini, 35 tahun setelahnya, sosoknya dikenal sebagai pahlawan.
Melansir laman Nextshark, perempuan yang lahir 7 September 1962 di Chandigarh ini menjadi pramugari dimulai pada 1985.
Kariernya Neerja kian melesat hingga ia berhasil menjadi pramugari senior.
Pada 5 September 1986, ia menjalankan tugas pertama sebagai pramugari senior dalam pesawat Pan Am Penerbangan 73 dari India menuju Amerika Serikat.
Saat mendarat di Bandara Karachi, Pakistan, pesawat yang mengangkut 361 penumpang dan 19 awak tersebut menjadi target pembajakan oleh sekelompok teroris
Baca Juga:
Viral Penumpang Kepanasan hingga Kesulitan Cari Bagasi di Bandara, Ini Fakta Sebenarnya
Terungkap Sosok Pemborong Kamar Hotel di Lombok demi MotoGP Mandalika
Mereka berniat merebut pesawat demi membebaskan tahanan Palestina di Cyprus dan Israel. Mereka pun menyamar menjadi petugas keamanan bandara, dan membajak pesawat 40 menit setelah mendarat.
Seketika, Neerja merasakan hal tak beres. Sesaat setelah pembajak dari kelompok Abu Nidal memasuki kabin, perempuan tersebut memperingatkan awak pesawat yang ada di kokpit.
Lalu tiga orang di kokpit, yakni pilot, kopilot, dan teknisi pesawat segera kabur, sehingga kapal terbang itu tak bisa mengudara ke tempat yang diinginkan teroris.