SEIRING dengan masuknya varian Omicron di Indonesia, pemerintah pun memperbanyak tes whole genome sequencing (WGS). WGS ini akan dilakukan terhadap kasus positif harian Covid-19 yang ditemukan di Tanah Air.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memaparkan, salah satu hal yang bisa dilakukan masyarakat adalah dengan meningkatkan kewaspadaan dengan menjaga protokol kesehatan agar jangan kendor dan tidak displin. Menkes Budi juga mengimbau masyarakat untuk tidak bepergian ke luar negeri, karena sangat berpotensi untuk membawa masuknya virus.
"Kita sudah tingkatkan persentasi di WGS dari seluruh kasus konfirmasi yang terjadi. Jadi dari semua kasus yang terkonfirmasi standarnya pemeriksaannya 5 persen yang di WGS, tapi sekarang kita lakukan menjadi 10 persen,” kata Menkes Budi di channel YouTube Kementerian Kesehatan, Kamis (16/12/2021).
Dia menjelaskan, saat ini kasus konfirmasi positif Covid-19 di Indonesia mencapai 200-300 kasus per harinya. Dengan peningkatan jumlah tes WGS, diharapkan infeksi akibat varian Omicron di tanah Air dapat ditemukan dengan cepat.
Selain itu pemerintah juga telah menggunakan teknologi reagen PCR khusus yang disebut dengan S Gene Target Failure (SGTF) yang diklaim lebih akurat dalam mendeteksi.
“Kami menggunakan teknologi reagen PCR SGTF karena PCR dengan reagen ini bisa memberikan seperti marker atau deteksi dini bahwa jika tes PCR ini positif, maka kemungkinan besar adalah Omicron. Tes PCR bisa diperoleh hasilnya dalam 4-6 jam dan untuk genome sequencing kita butuh waktu 5-7 hari,” kata dia.
Menkes juga mengImbau masyarakat agar tidak melakukan perjalanan ke luar negeri, karena penyebaran Omicron ini memang sangat cepat. "Di Inggris yang tadinya cuma 10 per hari, sekarang sudah 70 ribu per hari. Lebih tinggi dari puncaknya di Indonesia pada Juli yakni 50 ribu kasus,” jelasnya.
Menkes Budi melanjutkan bahwa penularan varian baru Omicron ini sangat cepat, namun masyarakat respon masyarakat dalam menghadapi konfirmasi kasus Omicron pertama di Indonesia ini adalah tetap tenang dan waspada. Selain itu surveillance kesehatan juga harus terus dilakukan dengan baik yakni dengan melakukan tes pada pasien dengan kontak erat dan tes bagi para pelaku perjalanan.
Selain itu pemerintah juga terus mendorong percepatan vaksinasi Covid-19 di Indoensia. Khususnya bagi para lanjut usia (Lansia). Pemerintah menyediakan pula semua fasilitas dan obat-obatan, seperti Molnupiravir yang diklaim dapat menyembuhkan Covid-19 yang diprediksi datang pada akhir 2021.
“Sekali lagi tolong liburan kali ini habiskan waktunya di dalam negeri. Tidak perlu ke luar negeri. Indonesia negara yang jauh lebih aman, dibandingkan dengan banyak negara lain di dunia. Kita jaga keluarga kita dan seluruh rakyat Indonesia,” tuntasnya.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.