Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Omicron Sudah Masuk ke Indonesia, Menkes Tingkatkan Tes WGS 2 Kali Lipat

Leonardus Selwyn Kangsaputra , Jurnalis-Kamis, 16 Desember 2021 |14:02 WIB
Omicron Sudah Masuk ke Indonesia, Menkes Tingkatkan Tes WGS 2 Kali Lipat
Ilustrasi. (Foto: Freepik)
A
A
A

SEIRING dengan masuknya varian Omicron di Indonesia, pemerintah pun memperbanyak tes whole genome sequencing (WGS). WGS ini akan dilakukan terhadap kasus positif harian Covid-19 yang ditemukan di Tanah Air.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memaparkan, salah satu hal yang bisa dilakukan masyarakat adalah dengan meningkatkan kewaspadaan dengan menjaga protokol kesehatan agar jangan kendor dan tidak displin. Menkes Budi juga mengimbau masyarakat untuk tidak bepergian ke luar negeri, karena sangat berpotensi untuk membawa masuknya virus.

"Kita sudah tingkatkan persentasi di WGS dari seluruh kasus konfirmasi yang terjadi. Jadi dari semua kasus yang terkonfirmasi standarnya pemeriksaannya 5 persen yang di WGS, tapi sekarang kita lakukan menjadi 10 persen,” kata Menkes Budi di channel YouTube Kementerian Kesehatan, Kamis (16/12/2021).

Dia menjelaskan, saat ini kasus konfirmasi positif Covid-19 di Indonesia mencapai 200-300 kasus per harinya. Dengan peningkatan jumlah tes WGS, diharapkan infeksi akibat varian Omicron di tanah Air dapat ditemukan dengan cepat.

Selain itu pemerintah juga telah menggunakan teknologi reagen PCR khusus yang disebut dengan S Gene Target Failure (SGTF) yang diklaim lebih akurat dalam mendeteksi.

“Kami menggunakan teknologi reagen PCR SGTF karena PCR dengan reagen ini bisa memberikan seperti marker atau deteksi dini bahwa jika tes PCR ini positif, maka kemungkinan besar adalah Omicron. Tes PCR bisa diperoleh hasilnya dalam 4-6 jam dan untuk genome sequencing kita butuh waktu 5-7 hari,” kata dia.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement