Setelah itu, dia memberikan kami sebuah kunci kamar yang akan kami tempati bertiga selama 9 hari selanjutnya. Sehari waktu karantina telah kami habiskan di dalam bus damri di luar rusun.
Selama di sini, kami mendapatkan jatah makan nasi kotak selama tiga kali sehari. Namanya saja nasi kotak gratis, tentu lauknya seadanya dengan nasi yang sudah mulai keras karena dimasak mungkin 6 atau 7 jam sebelum kita terima.
Kami tidak direkomendasikan memesan makanan dari luar. Jika ada keluarga yang ingin mengirimkan makanan atau barang keperluan lainnya, kami tidak boleh mengambil sendiri di pintu gerbang.
Kami hanya boleh menerima kiriman dengan bantuan dari petugas rusun sampai pukul 18.30 WIB. Tentu dengan membayar tips untuk mereka yang mengambil barangnya.
Saya merasa lebih bersyukur dan merasa lebih tenang mejalani karantina saat tiba di Malayasia tempo hari. Di sana, kita bisa mengajukan diri untuk menjalani karantina di rumah.
Setelah mejalani tes PCR di Bandara, saya bisa pulang dan menjalani karantina selama 7 hari, meskipun belum boleh langsung bertemu keluarga. Karena tetap diawasi petugas kementerian kesehatan lewat aplikasi yang ada.
Saya mendapatkan gelang khusus dengan warna mencolok yang sulit dilepas, sehingga tak memungkinkan saya untuk keluar dari rumah. Jika kedapatan berkeliaran dengan gelang karantina di tangan, saya bisa saja dilaporkan warga lain dan ditangkap karena melanggar karantina.
Karantina di rumah bagi pelaku perjalanan internasional seperti di Malaysia saya kira lebih efektif dan berbiaya murah, ketimbang pemerintah mewajibkan karantina di hotel atau di tempat karantina terpusat semacam ini.
Karantina terpusat atau di hotel sama-sama memakan biaya tinggi yang membebani pelaku perjalanan dan juga pemerintah. Selain itu potensi korupsi dan permainan oleh oknum petugas cukup tinggi.
Tiba-tiba saya rindu akan suara ketukan pintu dari istri saya yang mengantarkan makanan dan cemilan-cemilan lezat buatan tangannya, saat saya dikarantina di rumah. Hari-hari kedepan saya masih harus terkurung menunggu masa karantina ini selesai secepatnya.
(Salman Mardira)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.