Zaharie diketahui sebelumnya telah merencanakan rute anehnya pada simulator penerbangan yang ditemukan di rumahnya yang kemudian memicu teori menghilangnya itu sudah direncanakan.
Godfrey telah menggunakan sinyal radio yang mampu bertindak seperti trip-kabel untuk membantu dirinya menemukan jet yang diduga terletak 13.000 kaki di bawah permukaan laut (mdpl).
Ia percaya dasar itu dikenal sebagai Broken Ridge, sebuah dataran tinggi bawah laut dengan gunung berapi dan jurang di tenggara Samudera Hindia.
Insinyur itu mengatakan, sistem pelacakan baru yang disebut Weak Signal Propagation Reporter (WSPR) seperti memiliki sekelompok kabel trip yang bekerja ke segala arah di atas cakrawala ke 'sisi lain' dunia. Godfrey menggabungkan teknologi baru dengan sistem komunikasi satelit data dari pesawat.

"Kedua sistem bersamaan dapat digunakan untuk mendeteksi, mengidentifikasi, dan melokalisasi MH370 selama jalur penerbangannya ke Samudera Hindia Selatan," ujarnya.
Insinyur asal Inggris itu mengatakan dirinya sangat yakin telah menemukan pesawat yang hilang dan jatuh pada pukul 08.19 waktu setempat.
“Kami punya cukup banyak data dari satelit, kami memiliki oseanografi, analisis drift, data kinerja dari Boeing, dan sekarang teknologi baru ini. Keempatnya sejajar dengan satu titik tertentu di Samudera Hindia,” tambahnya.