Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

WHO Tak Merekomendasikan Plasma Konvalesen untuk Obati Covid-19, Kenapa?

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Selasa, 07 Desember 2021 |15:53 WIB
WHO Tak Merekomendasikan Plasma Konvalesen untuk Obati Covid-19, Kenapa?
Plasma konvaselen (Foto: BS)
A
A
A

Di sisi lain, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) pada Februari membatasi izin penggunaan darurat terapi plasma konvalesens hanya untuk pasien rawat inap di awal penyakit dan mereka yang dirawat di rumah sakit dengan gangguan sistem kekebalan, yang mana si pasien tidak mampu menghasilkan respons antibodi yang kuat.

"Plasma dengan tingkat antibodi yang rendah belum terbukti membantu pengobatan Covid-19," terang laporan FDA.

Sebelum pernyataan itu keluar, FDA pada Agustus 2020 memberikan izin penggunaan darurat terhadap terapi plasma konvalesen untuk terapi Covid-19 berlandaskan tidak adanya perawatan jenis lain yang disetujui untuk penanganan infeksi Covid-19.

Tidak adanya rekomendasi terkait terapi plasma konvalesen untuk Covid-19 pun keluar dari National Institute of Health (NIH) yang mengatakan plasma konvalesen tidak membantu pasien Covid-19. Ini berdasarkan hasil penelitian yang melibatkan 500 pasien Covid-19 usia dewasa di University of Pittsburgh.

Bahkan, uji coba NIH dihentikan karena tidak ada perkembangan yang signifikan terkait efektivitas terapi tersebut terhadap penanganan pasien Covid-19.

Lebih lanjut, The New England Journal of Medicine dalam penelitian terbaru yang rilis bulan lalu menemukan bahwa plasma konvalesen tidak mencegah perkembangan penyakit pada pasien rawat jalan berisiko tinggi bila diberikan satu minggu setelah timbulnya gejala.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement