KEBUTAAN yang dialami warga Malang bernama Joko Santoso dipastikan bukan karena efek vaksin jenis Astrazeneca. Hasil ini setelah tim medis gabungan Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) melakukan serangkaian pemeriksaan selama tiga bulan hingga kontrol terakhir pasien, pada 26 November 2021 lalu.
Dokter spesialis mata konsultan sub spesialis Neuro-oftalmologi dr. Wino Vrieda menyatakan, Joko Santoso menderita neuritis optik atau peradangan saraf mata. Dimana itu merupakan peradangan pada mata yang disebabkan beberapa hal yang belum diketahui.

"Yang paling banyak biasanya disebabkan penyebab yang tidak bisa diketahui. Atau bisa disebabkan proses inflamasi, proses infeksi, atau penyebab yang lain," kata Wino, sapaan akrabnya, saat konferensi pers di RSSA, pada Selasa (7/12/2021).
Wino menambahkan, penyakit neuritis optik menurunkan fungsi secara anotomi akan mengubah struktur dari saraf mata. Hal ini bisa menyebabkan mata pada pasien mengalami kebutaan, atau penglihatan mata kabur.