Dijelaskan Sub Koordinasi Subtansi Mutu Gizi, Direktorat Gizi Masyarakat Kementerian Kesehatan Dr. Hera Nurlita, MSG merupakan bagian dari pangan untuk menciptakan makan gizi seimbang. Namun, penggunaan MSG juga harus disertai dengan mengonsumsi makanan beraneka ragam agar asupan yang ada bisa saling melengkapi.
“Makanan memiliki komposisi zat gizi yang berbeda-beda dan satu sama lain saling melengkapi untuk kebutuhan sehari-hari,” kata dia.
Perilaku sadar gizi juga menjadi penting di masa pandemi ini. Terlebih, Dr Hera mengungkap, 10 tahun memperlihatkan tren konsumsi makanan gula garam lemak (GGL) pada remaja ini melebihi kebutuhan dan sangat mengkhawatirkan.
"Secara energi kurang dan ini jadi masalah kesehatan jauh lebih tinggi, seperti hidden hunger. Tentu ibu sebagai pengampu keluarga punya peran besar untuk perbaikan perilaku sadar gizi penting melalui edukasi gizi dan perbaiki pola konsumsi," tutupnya.
(Martin Bagya Kertiyasa)