Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mumi Berusia Ratusan Tahun Ditemukan Terikat Tali, Ada Sesajen di Makamnya

Anisa Suci Maharani , Jurnalis-Rabu, 01 Desember 2021 |15:00 WIB
Mumi Berusia Ratusan Tahun Ditemukan Terikat Tali, Ada Sesajen di Makamnya
Mumi yang ditemukan di wilayah Lima, Peru (Reuters)
A
A
A

TIM ahli arkeologi menemukan mumi yang diperkirakan berusia setidaknya 800 tahun di wilayah Lima, Peru. Mayat yang diawetkan tersebut belum teridentifikasi jenis kelaminnya.

Arkeolog dari Universitas Negeri San Marcos, Pieter Van Dalen Luna yang terlibat dalam penggalian mengatakan bahwa sisa-sisa mumi itu diduga seseorang dari budaya yang berkembang antara pantai dan pegunungan di negara Amerika Selatan tersebut.

 Baca juga: Mumi Berusia 7.000 Tahun Masuk dalam Daftar Warisan Dunia UNESCO

"Ciri utama mumi adalah seluruh tubuh diikat dengan tali dan dengan tangan menutupi wajah, yang akan menjadi bagian dari pola pemakaman lokal," kata Van Dalen Luna seperti dilansir dari Reuters, Rabu (1/12/2021).

Jenazah tersebut adalah seseorang yang tinggal di wilayah dataran tinggi Andes di negara itu. "Tanggal radiokarbon akan memberikan kronologi yang lebih tepat," katanya.

 

Mumi itu ditemukan di dalam struktur bawah tanah yang ditemukan di pinggiran kota Lima. Di makam juga ada sesajen termasuk keramik, sisa-sisa sayuran dan peralatan batu.

Baca juga:  22 Mumi Kerajaan Mesir Kuno Diarak di Tengah Kota, Diwarnai Tembakan Meriam

Peru, yang terkenal dengan tujuan wisata Machu Picchu, adalah rumah bagi ratusan situs arkeologi dari budaya yang berkembang sebelum dan sesudah kerajaan Inca.

Kerajaan Inca mendominasi sebagian Amerika Selatan 500 tahun lalu, dari Ekuador selatan dan Kolombia hingga Chili tengah.

(Salman Mardira)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement