Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Marie Fikackova, Perawat Sadis yang Membunuh 10 Bayi karena Kesal Dengar Tangisannya

Andin Nurul Alifah , Jurnalis-Selasa, 16 November 2021 |11:00 WIB
Marie Fikackova, Perawat Sadis yang Membunuh 10 Bayi karena Kesal Dengar Tangisannya
Marie Fikackova (Archiv/Reflex)
A
A
A

MARIE Fikackova pernah menggegerkan publik. Perawat asal Cekoslowakia itu dihukum mati setelah membunuh bayi yang baru lahir dengan memecahkan tengkoraknya. Alasannya karena ia kesal dengan suara tangisan bayi.

Marie lahir pada 9 September 1936 di Susice, Cekoslowakia dari orang tua keturunan Jerman. Dia dibesarkan dalam keluarga yang disfungsional, dan sempat menikah dengan seorang pria bernama Ceko pada 1955, tetapi rumah tangganya bubar.

Baca juga: Stres di Rumah Sakit, Perawat Ini Ubah Sampah Plastik Jadi Karya Seni Warna-warni

Mengutip dari laman HellHorror, Marie mulai bekerja sebagai perawat di Departemen Kebidanan Rumah Sakit Susice di Ceko pada 1957.

Peristiwa sadis terjadi pada 23 Febuari 1960. Saat itu, Marie bertugas di rumah sakit. Ketika itu ada dua bayi perempuan yang baru lahir. Satu berusia 20 jam dan satu lagi berumur lima minggu.

 

Belakangan kedua bayi didapati meninggal di Departemen Kebidanan dan hasil otopsi menunjukkan kematiannya karena kekerasan.

Usut punya usut diketahui bahwa Marielah pelakunya. Ia ditangkap empat hari setelah kejadian atau pada 27 Febuari 1960.

 Baca juga: Wow! Pesawat Ini Tawarkan Layanan Seks di Udara, Segini Tarif Sekali Bercinta

Selama proses interogasi, Marie mengaku membunuh dua bayi tanpa dosa itu dengan cara memecahkan tengkoraknya dan mematahkan salah satu tangan bayi tersebut.

Parahnya lagi, Marie mengaku sudah membunuh sekitar 10 bayi di rumah sakit Susice sejak 1957. Kemudian ada 12 bayi yang dianiaya, tapi masih selamat.

Motif pembunuhan tidak pernah dikonfirmasi secara resmi, tetapi berdasarkan pernyataan yang dibuat oleh Marie, dia mengalami paedophobia atau benci terhadap anak-anak setiap kali dia menstruasi.

Marie akan marah ketika mendengar bayi menangis, sehingga dia memukuli bayi-bayi tersebut dengan keras.

Para dokter menganggap Marie waras, tetapi rentan terhadap depresi, histeria, dan ledakan kemarahan yang tidak terkendali.

Ilustrasi

Dalam persidangannya, Marie didakwa melakukan dua kasus pembunuhan, sedangkan yang lain penyidik kesulitan mendapatkan barang bukti.

Pengadilan menjatuhkan vonis hukuman mati terhadap Marie Fikackova. Perempuan itu dieksekusi dengan cara digantung di Penjara Pankrac di Kota Praha pada 13 April 1961.

(Salman Mardira)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement