Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Keragaman Budaya Cabai di Asia Tenggara, 80 Persen Penduduk Myanmar Menggunakannya untuk Masak

Kurniawati Hasjanah , Jurnalis-Minggu, 07 November 2021 |13:04 WIB
Keragaman Budaya Cabai di Asia Tenggara, 80 Persen Penduduk Myanmar Menggunakannya untuk Masak
A
A
A

CABAI menjadi komoditas populer yang digunakan untuk penguat rasa makanan dan pelengkap bumbu hidangan di berbagai belahan dunia. Tak cuma di Indonesia, kini cabai juga seringkali digunakan penduduk Asia Tenggara lainnya dan Jerman.

Juri Masterchef Myanmar, Daw Phyu Phyu Tin menjelaskan, penduduk Myanmar seringkali menggunakan cabai sebagai bahan untuk memasak dan digunakan untuk obat tradisional.

Daw menilai, lebih dari 80 persen penduduk Myanmar menggunakan cabai untuk makanan sehari-hari.

Cabai yang digunakan, lanjut Daw, dalam berbagai bentuk seperti cabai segar, kering dan bubuk. Biasanya cabai bubuk dipakai untuk bumbu penyedap rasa dan wangi aromatik.

 Cabai

Baca Juga:

 Rahasia Kode Karyawan Disney untuk Komunikasi, Menyetuh Telinga hingga Berteman dengan Mickey

Intip Suasana Pura Segara Kidul Guyangan Bali, Pengunjung Melewati Ratusan Anak Tangga

"Masyarakat mengonsumsi sebagian besar produksi cabai di Myanmar dan mengimpor berbagai jenis cabai dari luar negeri untuk diolah menjadi masakan internasional," tegas Daw dalam keterangan resminya pada Minggu (7/11).

Untuk itu, Daw meyakini, cabai memiliki peran tertinggi sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari penduduk Myanmar.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement