Karena itu, dr Ario menyarankan pada pasien kanker untuk melakukan beberapa pemeriksaan tambahan selagi terapi terus dijalankan. Hal ini penting untuk memastikan tidak ada masalah jantung yang kemungkinan terjadi selama terapi dijalani.
Pemeriksaan itu seperti EKG (rekam jantung), ekokardiografi, pemeriksaan faktor risiko penyakit jantung, pemeriksaan enzim jantung, dan pemeriksaan MRI apabila kualitas pencitraan kurang optimal.
"Skrining penyakit jantung sangat diperlukan untuk menentukan risiko serangan jantung saat program pengobatan kanker dilakukan. Skrining ekokardiografi dengan 3D dan strain echo merupakan modalitas penting juga pada penderita kanker," ungkapnya.
"Soal penyakit jantung apa yang paling banyak dialami pasien kanker, data lebih banyak memperlihatkan pasien kanker mengalami gagal jantung, gangguan irama jantung atau aritmia, dan hipertensi," tambah dr Ario.
(Helmi Ade Saputra)