Bagaimana ketamin bekerja di dalam tubuh?
Diterangkan dr John Krystal, MD, seorang kepala psikiatri di Yale-New Haven Hospital dan Yale School of Medicine di Connecticut, ketamin dapat menghasilkan perasaan tidak nyata, distorsi visual pun sensorik, perasaan terdistorsi tentang tubuh seseorang, pemikiran dan keyakinan sementara yang tak biasa, dan perasaan euforia.
Setelah seseorang menenggak ketamin, efeknya terasa pada 2 jam berikutnya. Menjadi catatan di sini, ada risiko yang mungkin dialami seseorang yang menggunakan ketamin, seperti ketidaksadaran, tekanan darah tinggi, dan pernapasan yang sangat lambat.
"Obat tersebut juga dapat menyebabkan masalah jangka panjang seperti bisul dan nyeri pada kandung kemih, masalah ginjal, sakit perut, depresi, dan memori yang buruk. Efeknya akan menjadi lebih buruk jika Anda kecanduan alkohol atau menggunakan obat tidak sesuai anjuran profesional," tegas dr Krystal.
Ia menambahkan, "Terapi ketamin akan bekerja lebih baik pada mereka yang mengalami depresi namun belum pernah menjalani terapi obat apapun sebelumnya. Artinya, jika ketamin dipakai pertama kali dalam mengatasi depresi, itu memberikan hasil yang lebih baik," tambah dr Krystal.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.