Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hari Pangan Sedunia, Kenali 5 Fakta Kerben Buah Berry Asli Indonesia

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Jum'at, 15 Oktober 2021 |12:00 WIB
Hari Pangan Sedunia, Kenali 5 Fakta Kerben Buah Berry Asli Indonesia
Kerben buah berry-nya Indonesia (Foto:
A
A
A

4. Buah yang serba guna

Fifin Liefang, finalis kompetisi memasak Masterchef Indonesia musim keenam, menyebutkan, selain disantap segar begitu saja, kerben yang menyerupai berry itu umumnya juga cocok dibuat jus dan berbagai dessert. Misalnya, dijadikan compote untuk melapisi bagian dalam layer cake. Kerben juga bisa dijadikan topping untuk sejumlah makanan barat, seperti pancake dan waffle.

Selain untuk hidangan penutup, kerben bisa dimanfaatkan untuk hidangan savoury atau gurih. Rasanya yang asam manis sangat cocok untuk disandingkan dengan hidangan laut dan daging. "Misalnya, sebagai saus untuk disantap dengan steak sapi atau salmon," kata Fifin, memberi tip.

5. Punya nilai ekonomi dan ekologi

Buah Berry

Produksi selai di Desa Suko Pangkat digawangi oleh ibu-ibu muda yang tergabung dalam KUPS Suko Suka. Selai ini mampu memberi tambahan penghasilan kepada keluarga pengelola hutan di Suko Pangkat. "Sumber ekonomi alternatif ini juga pada akhirnya membantu mengurangi tekanan terhadap kawasan hutan," kata Reni.

Selama ini selai dengan label Suko Selai tersebut dipasarkan di sekitar Jambi dan pasar-pasar khusus, misalnya pameran produk kehutanan. Tampilannya cantik, dikemas dengan botol kaca yang ramah lingkungan.

Reni bercerita, "Sambutan pasar cukup baik. Hal ini terlihat dari adanya permintaan produk setiap minggu. Namun, sejauh ini selai tersebut belum dipasarkan secara online, sehingga belum menjangkau pasar yang lebih luas."

Inilah saatnya #TimeforActionIndonesia. #MudaMudiBumi bisa turun tangan dan ikut membantu agar selai ini dikenal luas. Caranya, pesan selai kerben ini secara langsung dan promosikan kepada banyak orang melalui media sosial.

"Jika selai banyak terjual, maka masyarakat akan semakin fokus pada usaha ini. Dengan begitu, pembukaan hutan baru untuk perladangan bisa diminimalkan," tambah Reni.

(Helmi Ade Saputra)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement