Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hari Pangan Sedunia, Pandemi Tingkatkan Risiko Anak Kekurangan Gizi di Indonesia

Wilda Fajriah , Jurnalis-Jum'at, 16 Oktober 2020 |22:30 WIB
Hari Pangan Sedunia, Pandemi Tingkatkan Risiko Anak Kekurangan Gizi di Indonesia
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
A
A
A

PANDEMI covid-19 memang membuat banyak orang harus kehilangan mata pencariannya. Tidak heran jika masyarakat kelas bawah paling terpukul, lantaran pendapatan mereka yang masih harian.

Astrid Paramita, Co-Founder FoodCycle Indonesia, menjelaskan bahwa di masa pandemi, banyak keluarga yang terdampak secara ekonomi. Akibatnya, penghasilan makin berkurang dan anak-anak harus dihadapkan pada risiko kelaparan serta kekurangan nutrisi.

“Pandemi Covid-19 telah memberikan kita pelajaran untuk bisa menghargai hal kecil yang selama ini kurang disyukuri keberadaannya, seperti makanan,” papar Astrid lewat keterangan tertulisnya.

"Di sekitar masih banyak saudara kita yang kurang beruntung dan harus bekerja lebih keras untuk mengisi perut mereka. Terlebih di masa pandemi ini, anak-anak kurang mampu di Indonesia selain terancam risiko penyakit masih harus berhadapan dengan masalah kelaparan,” tambah dia.

Menurutnya, jumlah anak kekurangan gizi di Indonesia meningkat akibat banyak keluarga yang kehilangan pendapatan selama pandemik Covid-19, sehingga mereka tidak mampu membeli makanan sehat dan bergizi. Menurut laporan Oxfam, kelaparan saat pandemi Covid-19 diperkirakan mencapai 12 ribu per hari di akhir tahun 2020.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement