SAAT ini media sosial seperti ruang bermain sekaligus tumbuh bagi anak muda zaman sekarang. Dari platform tersebut, Anda bisa menemukan diri Anda yang lebih baik.
Tapi, tak bisa ditampik bahwa media sosial juga memiliki efek negatif dan ini dapat memengaruhi kesejahteraan mental pengguna di dalamnya. Salah satu masalah yang banyak dialami sekarang ini adalah insecure atas dirinya sendiri.

Milenial saat ini pun menggaungkan yang namanya 'self-love'. Namun, apakah self-love di sini hanya diartikan sebagai cinta akan diri sendiri? Atau sejatinya ada makna lain di balik aksi positif tersebut?
Diterangkan Melissa Yunita, S.Psi, Expert Talent dari Ease, suatu komunitas yang peduli kesehatan mental, self love itu universal dan self love itu tidak bisa diukur dari kacamata Anda atau orang lain, tetapi tergantung dari diri Anda masing-masing.
"Pada dasarnya, self love adalah tindakan menghargai dan mencintai diri sendiri," kata Melissa dalam Talkshow BonCabe dan Ease 'Self Love: Be Yourself, Be Original', beberapa waktu lalu.
Kondisi pandemi menciptakan kesulitan tersendiri dan memberi dampak nyata bagi kehidupan anak muda. Bergerak dari situ, Dipa Agung Utomo, Direktur Utama PT Kobe Boga Utama coba memberikan solusi bagi anak muda, dalam hal ini terkait kesehatan mental.