Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Peneliti Oxford Sebut Orang yang Divaksin Lebih Sulit Tularkan Covid-19

Pradita Ananda , Jurnalis-Sabtu, 02 Oktober 2021 |13:35 WIB
Peneliti Oxford Sebut Orang yang Divaksin Lebih Sulit Tularkan Covid-19
Ilustrasi. (Foto: Freepik)
A
A
A

Ketika terinfeksi dengan varian delta, terlihat 65 persen lebih kecil kemungkinannya untuk positif jika orang yang terpapar telah divaksinasi penuh dengan dua dosis vaksin Pfizer. Sementara dengan AstraZeneca, 36 persen lebih kecil kemungkinannya untuk positif jika orang yang terpapar telah divaksinasi lengkap. Resiko penularan jadi lebih tinggi, jika orang tersebut baru menerima satu dosis vaksin Pfizer atau AstraZeneca.

Walau hasil studi penelitian ini belum ditinjau rekan sejawat, tapi para ilmuwan lainnya (yang tidak ikut serta dalam penelitian) menilai penemuan ini adalah temuan yang terpercaya.

‘Ini adalah studi kualitas tertinggi yang kami miliki sejauh ini tentang masalah penularan orang yang divaksinasi yang terinfeksi delta,” kata Dr. Aaron Richterman, dokter penyakit menular di University of Pennsylvania.

Senada dengan Dr. Aaron, Susan Butler-Wu, ahli mikrobiologi klinis di University of Southern California, menyebut penelitian ini punya performa yang baik, terutama karena mencerminkan penularan real di dunia nyata dengan melacak penyebaran di antara kontak dekat.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement