Salah satu motif batik Gonggong dari Tanjung Pinang. (Foto: Instagram batikgonggonglawana)
Provinsi Kepulauan Riau memiliki batik khas daerahnya sendiri, yaitu batik gonggong. Motif batik ini sejatinya terinspirasi dari kuliner andalan Kepulauan Riau, yakni gonggong.
Hewan laut yang bentuknya mirip dengan siput ini dapat dengan mudah Anda temukan di wilayah Kepulauan Riau, khususnya di Tanjung Pinang. Proses pembuatan batik gonggong biasanya memerlukan waktu selama 3-4 hari.
Bukan tanpa alasan, beberapa tahapan harus dilalui demi menghasilkan batik yang sempurna, seperti proses penggambaran, penyantingan, hingga pewarnaan. Setelah sketsa selesai digambar dan dipertegas dengan cairan lilin menggunakan canting, kain harus dikeringkan terlebih dahulu.
Kemudian, barulah batik gonggong siap untuk diberi warna dengan cara dicelupkan ataupun menggunakan kuas. Batik yang menjadi salah satu nilai kearifan lokal Tanjung Pinang ini pun kini telah dikenal luas dan menjadi produk unggulan daerah setempat.
3. Batik Bali, Bali

Salah satu motif batik Bali. (Foto: Instagram batikbaligrosir)
Batik Bali umumnya memiliki motif-motif yang terinspirasi dari keindahan alam, budaya, dan upacara keagamaan yang ada di Bali. Misalnya saja, motif merak abyorhokokai cenderung menginterpreatsikan keindahan Bali dengan merak sebagai simbol utamanya. Burung merak digambarkan sebagai poros corak utama pada kain dengan kelopak yang tampak seperti bunga sakura.
Kemudian, ada juga motif ulamsari mas yang juga sangat populer di Bali. Motif ini menggambarkan ikan dan udang yang mewakilkan mata pencaharian masyarakat Bali sebagai nelayan. Motif tersebut juga menjadi lambang kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat pesisir.
Ada pula motif singa barong yang identik dengan budaya Bali. Motif ini melambangkan kekuatan, kemauan, dan keajaiban. Sementara itu, motif jagatan pisang menjadi motif yang memiliki makna harapan, doa, keselamatan, dan identik dengan pasangan.
4. Batik Minahasa, Sulawesi Utara