Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

4 Sosok Wanita di Balik Jenama Lokal yang Mendunia

Rizqa Leony Putri , Jurnalis-Jum'at, 24 September 2021 |11:03 WIB
4 Sosok Wanita di Balik Jenama Lokal yang Mendunia
Salah satu produk jenama lokal Niluh Djelantik. (Foto: Wonderful Indonesia)
A
A
A

Keinginan wanita bernama lengkap Niluh Putu Ary Pertami Djelantik ini menggeluti bisnis dimulai ketika dulu Niluh selalu dibelikan sepatu yang berukuran lebih besar oleh ibunya. Bukan tanpa alasan, hal ini agar sepatu dapat dipakai lebih lama hingga akhirnya sepatu tersebut rusak dan tidak dapat dipakai lagi.

Setelah berusaha menggeluti bisnis sepatu dan merancangnya sendiri, Niluh dibantu oleh pasangannya yang bernama Cedric Cador. Pria yang kemudian menjadi suaminya itu memasarkan barang-barang produksi Niluh ke pasar Eropa, hingga akhirnya lahirlah label ‘Nilou’.

Koleksi Nilou ternyata sangat dikenal di Prancis dan negara-negara lainnya, hingga akhirnya Niluh mendapat tawaran dari agen di Australia dan Prancis untuk melebarkan sayap bisnisnya. Namun kala itu, Niluh merasa tak ingin cinta yang diberikan pada setiap sepatu handmade miliknya tergantikan oleh mesin.

Label Nilou pun kemudian dipatenkan oleh para penawar tesebut dan diproduksi massal di Hongkong. Meski berat hati, dia tak lantas menyerah, Niluh akhirnya melahirkan karya-karya andalannya pada 2008 lalu dengan label Niluh Djelantik yang terus bertahan hingga saat ini.

Beragam desain sepatu yang indah dan berkualitas ini bahkan telah banyak dikenakan oleh para tokoh-tokoh dunia. Seperti halnya Tara Reid, Robyn Gibson, Julia Roberts, Paris Hilton, dan masih banyak lagi.

4. Sancaya Rini (Kana Goods)

 

Sancaya Rini dan produk Kana Goods. (Foto: Instagram)

Jika Anda bertanya siapa sosok dibalik jenama lokal Kana Goods yang identik dengan sentuhan etnik dalam balutan gaya urban, Sancaya Rini adalah jawabannya. Ya, wanita kelahiran 11 Agutsus 1959 ini merupakan pendiri dari jenama lokal Kana Goods yang memproduksi kain dan pakaian batik .

Berbeda dengan yang lain, produk Kana Goods mempertahankan kualitasnya dengan menggunakan pewarna alam yang berasal dari tanaman indigofera. Jauh dari dalam lubuk hatinya, Sancaya Rini ingin batik dengan pewarna alami ini mendapat tempat di hati generasi muda agar dapat terus diwariskan hingga masa depan.

Penerapan prinsip ramah lingkungan dari jenama lokal ini juga terpancar dari teknik celup tradisional yang mereka lakukan hingga saat ini. Material pakaian yang digunakan pun termasuk alami, yaitu katun, rami, dan juga linen.

Produk Kana Goods sangatlah beragam, mulai dari outerwear, kimono, dress, blus, topi, syal, dan lain-lain. Jenama lokal yang identik dengan warna biru tua ini bahkan pernah mendapatkan penghargaan Merit Prize in Textiles Category dalam INACRAFT AWARD 2017 lalu.

Bagaimana? Inspiratif sekali bukan? Jika tertarik untuk memiliki berbagai koleksi berkualitas dari jenama lokal milik para wanita hebat ini, Anda dapat #BeliKreatifLokal secara online produk-produk tersebut melalui berbagai e-commerce yang tersedia, serta media sosial milik para pengusaha kreatif lokal.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement