BACA JUGA: Suka Berpetualang? Wajib Coba Kegiatan Seru di Labuan Bajo
2. Diajeng Lestari (Hijup)

Diajeng Lestari dan produk Hijup. (Foto: Instagram)
Nama Hijup nampaknya memang tak lagi asing bagi sebagian orang, khususnya penyuka dan pengguna fesyen Muslim di Tanah Air. Jenama lokal yang menjual produk fesyen Muslim ini digawangi oleh wanita kelahiran Bekasi bernama Diajeng Lestari.
Dia menggeluti bisnis ini dan mulai membesarkannya sejak 2011 lalu. Tak mudah tentunya, dirinya kerap mengerjakan berbagai pekerjaan sekaligus. Akan tetapi, Diajeng Lestari tak patah semangat dan menyerah begitu saja, hal ini dikarenakan dirinya mendapat dorongan serta dukungan dari sang suami, yaitu Achmad Zakky yang merupakan pendiri dari salah satu e-commerce di Indonesia yaitu Bukalapak.com.
Tak jarang, bisnis yang dijalani Diajeng Lestari ini dipandang sebelah mata. Namun, perjuangannya mengembangkan jenama lokal dengan produk fesyen Muslim berkualitas tersebut nyatanya berbuah manis. Hijup bahkan mejadi jenama lokal pertama di Indonesia yang bergerak di bidang fesyen muslim.
Kini, Diajeng Lestari pun membuka ajang ‘HijUp Growth Fund’ sehingga memungkinkan para pelaku UMKM fesyen Muslim untuk diberikan bantuan dana maksimal sebesar Rp100 miliar untuk mengembangkan usaha mereka. Tak hanya itu, mereka ajuga akan mendapatkan program pendampingan demi memaksimalkan potensinya.
Program ini pun dinilai sejalan dengan komitmen Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) untuk memberdayakan para pelaku UMKM dan juga ekonomi kreatif. Keren sekali, ya!
3. Niluh Djelantik (Niluh Djelantik)

Niluh Djelantik dan produk sepatu Niluh Djelantik. (Foto: Instagram)
Niluh Djelantik menjadi sosok wanita berikutnya yang ada di balik nama jenama lokal yang mendunia. Dia merupakan perancang sepatu dan pendiri produk sepatu lokal asal Bali yang menggunakan nama persis dengan nama dirinya sendiri.
Siapa sangka, sosok Niluh rupanya merupakan seorang wanita mandiri yang telah mengarungi kerasnya kehidupan. Dia pernah bekerja sebagai penjaga toko buku di usianya yang masih belia.