Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Studi Sebut Proteksi Vaksin Moderna Berkurang, Bukti Butuh Suntikan Booster?

Pradita Ananda , Jurnalis-Jum'at, 17 September 2021 |07:34 WIB
Studi Sebut Proteksi Vaksin Moderna Berkurang, Bukti Butuh Suntikan Booster?
Vaksin Moderna (Foto : Marca)
A
A
A

Hasilnya, teridentifikasi pada kelompok orang yang sudah lama divaksin, yakni pada tahun 2020, ada 162 kasus positif. Sementara pada kelompok orang yang baru-baru ini divaksin dua dosis, ada 88 kasus positif Covid-19. Namun, secara keseluruhan, hanya 19 kasus yang dianggap parah.

Moderna mengatakan ada kecenderungan tingkat kasus parah yang lebih rendah di antara kelompok orang yang baru saja divaksinasi, meskipun temuan itu tidak signifikan secara statistik. Dengan kemanjuran yang memudar seperti yang terlihat dalam analisis uji coba baru tersebut, Moderna menyakini ini menambah bukti bahwa suntikan ketiga alias booster memang diperlukan.

Secara efikasi, dalam penelitian yang dilakukan Kaiser Permanente Southern California. Ketika varian Delta yang sangat menular beredar, para peneliti mendapati vaksin Moderna 87 persen efektif dalam mencegah diagnosis Covid-19 dan bahkan sampai 96 persen efektif dalam mencegah keparahan penyakit hingga dirawat inap.

(Helmi Ade Saputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement