SEKOLAH tatap muka yang sudah dilakukan di beberapa wilayah dengan status level PPKM di bawah 4 menjadi jawaban atas keresahan orangtua. Ya, beberapa orangtua mengeluhkan bahwa sekolah jarak jauh atau online tidak lebih efektif dibanding sekolah diajar oleh guru secara langsung.
Tapi, sebagian orangtua memiliki kekhawatiran berlebih pada penerapan sekolah tatap muka. Alasannya sangat logis, khawatir anaknya terpapar Covid-19 ketika berada di luar rumah.

Dokter Spesialis Anak dan Magister Sains Psikologi Perkembangan Prof. Dr. dr. Soedjatmiko, Sp.A(K), M.Si, pun menerangkan bahwa salah satu momen yang cukup krusial untuk anak-anak yang melakukan sekolah tatap muka adalah momen pulang sekolah.
"Pada remaja khususnya, mereka yang sudah di atas 10 tahun, berpotensi cenderung berbondong-bondong pulang sekolahnya. Tidak hanya itu, kecenderungan mereka akan ngobrol-ngobrol dengan teman pun sangat bisa terjadi dan ini bisa membuat maskernya melorot sehingga risiko terpapar sangat mungkin terjadi," papar Prof Soedjatmiko di webinar daring beberapa waktu lalu.