
“Saya meyakini jika kita bisa membuat aplikasi yang komprehensif, Indonesia akan menjadi negara pertama yang memiliki sistem yang tepat bagi anak-anak dengan DMT1 dan membantu tiap aspek penanganannya,” terang Prof. Aman.
Lebih lanjut ia mengatakan bahwa perkembangan penanganan diabetes sejak 100 tahun penemuan insulin memungkinkan anak-anak dengan DMT1 dapat hidup dengan lebih baik dan sehat. Sayangnya, prognosis diabetes tipe-1 hampir tidak berubah sejak ditemukannya insulin.
“Kenyataannya, masih banyak anak-anak yang meninggal akibat diabetes tipe-1 karena kurangnya pendidikan diabetes, layanan kesehatan khusus, peralatan untuk memantau diabetes, dan juga obat-obatannya,” tuntasnya.
Dalam waktu sepuluh tahun terakhir, prevalensi DMT1 di Indonesia meningkat tujuh kali lipat dari awalnya 3,88 per 100 juta penduduk pada 2000 menjadi 28,19 per 100 juta penduduk pada 2010.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.