Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menarik, Ini Tradisi Unik Budaya Masyarakat Banten

Yaomi Suhayatmi , Jurnalis-Jum'at, 27 Agustus 2021 |17:03 WIB
Menarik, Ini Tradisi Unik Budaya Masyarakat Banten
Foto: Dok.Instagram explorebanten
A
A
A

2. Ngariung

Foto: Sindonews

Ngariung menjadi salah satu tradisi warga Banten yang kerap berlangsung. Tradisi ini berisikan kegiatan untuk memanjatkan doa, shalawat, dan mengaji ayat-ayat suci Al-Qur’an secara bersama-sama sebagai ucapan rasa syukur.

Tidak hanya itu, para tamu yang hadir akan mendapatkan berkat yang berisikan makanan khas Banten. Di antaranya adalah rabeg, pindang bandeng, sambal kentang, dan sambal buroq (sambal kulit melinjo). Tidak hanya makanan pokok, biasanya ada juga kue seperti bolu, agar-agar, jojorong, dan lain sebagainya.

Ngariung biasanya digelar oleh masyarakat Banten untuk memperingati momen-momen spesial, seperti hari kemerdekaan, kelahiran bayi, akikah, dan acara syukuran lainnya. Ngariung dapat diselenggarakan di rumah warga setempat atau di masjid yang diikuti para pria dewasa, remaja, dan anak laki-laki.

Sementara, kaum ibu dan remaja putri biasanya sibuk menyiapkan segala keperluan untuk dihidangkan maupun dibawa pulang sebagai berkat. Uniknya lagi, semua kegiatan ini dilakukan secara gotong-royong. Seru ya!

3. Ngeropok

Foto diambil sebelum pandemi Covid-19 (Foto: istimewa)


Tradisi unik lainnya yang ada di Banten ialah saat memperingati Maulid Nabi. Dalam peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW ini warga Kota Serang, Kabupaten Serang, dan Kota Madya Cilegon membuat hantaran atau parcel berukuran besar yang disebut panjang mulud.

Masing-masing warga membuat kreasi panjang mulud semenarik mungkin untuk kemudian diarak dalam sebuah pawai yang puncaknya dibagikan kepada warga masyarakat sekitar atau disebut ngeropok. Uniknya, setiap desa memiliki jadwal tersendiri untuk meminimalisir kesamaan tanggal dengan desa lainnya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement