Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Potret Jurnalis Charlotte Bellis yang Berani Tanyakan Hak Perempuan Afghanistan di Konpers Taliban

Wilda Fajriah , Jurnalis-Jum'at, 20 Agustus 2021 |13:49 WIB
Potret Jurnalis Charlotte Bellis yang Berani Tanyakan Hak Perempuan Afghanistan di Konpers Taliban
Charlotte Bellis Foto : Instagram/@charlottebellis)
A
A
A

NAMA Charlotte Bellis mendadak viral setelah dirinya menghadiri Konferensi Pers Taliban pertama kalinya bersama media internasional. Kabarnya, ia merupakan satu-satunya jurnalis wanita yang diperbolehkan masuk ke acara tersebut.

Selain itu, banyak warganet yang memberikan dukungan karena keberaniannya untuk menanyakan hak-hak perempuan Afghanistan dalam Konferensi Pers Taliban tersebut. Mengutip akun Instagram pribadinya @charlottebellis pada Jumat (20/8/2021), berikut keempat potretnya.

Satu-satunya jurnalis wanita di konpers Taliban

Charlotte Bellis

Charlotte Bellis adalah satu-satunya wanita yang duduk bersama para jurnalis lainnya yang semuanya laki-laki pada konferensi pers yang diadakan oleh Taliban.

Wanita yang tampil dengan pakaian merah dan juga kerudung hitam itu mendapatkan banyak simpatisan dari dunia maya. Mereka mendukung aksi Charlotte Billes yang dinilai cukup berani. Mereka juga mengingatkan agar Charlotte menjaga dirinya di tengah situasi yang kian memanas itu.

Charlotte Bellis

"Saya memperhatikan Anda dan pertanyaan yang Anda ajukan. Bagus! Tapi berhati-hatilah. Situasi tidak dapat diprediksi," kata salah seorang netizen.

Baca Juga : Potret Khalida Popal, Eks Kapten Bola Wanita Afghanistan yang Minta Bantuan Perlindungan

Mengajukan pertanyaan dengan keberanian

Charlotte Bellis

Dalam pemberitaan media, Taliban dikenal dengan pemerintahannya yang berdasarkan pada syariat Islam di masa lalu. Mereka dikenal sebagai pemimpin yang melarang wanita dan anak perempuan untuk keluar rumah sendirian, mengenyam pendidikan, dan mengharuskan mereka memakai burqa.

Di kesempatan konferensi pers tersebut, Charlotte pun memberanikan diri untuk menanyakan masa depan perempuan di sana. Dia bertanya, apakah perempuan Afghanistan dapat dijamin haknya untuk melanjutkan pekerjaan dan belajar.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement