PANDEMI tak mematahkan semangat sekelompok pencinta alam untuk mengibarkan bendera merah putih di Karst Ciampea, Bogor. Walau menantang adrenalin, pengibaran bendera ini bisa dilakukan dengan khidmat.
Sebanyak 50 pendaki berhasil mengibarkan pengibaran bendera merah putih di atas tebing curam. Mereka berhasil menyelesaikannya dalam waktu empat jam dan mengikuti protokol kesehatan.
Baca juga: Situ Gede Akan Disulap Jadi Kawasan Wisata Budaya dan Konservasi
Dimas, salah satu peserta pengibaran bendera ini mengungkapkan, kegiatan ini sangatlah menantang adrenalin. Namun bagaimana caranya mereka bisa saling bantu untuk peduli dan menbangun kebersamaan dengan sesama pencinta alam.
"Menaklukan gunung kapur, apalagi disertai dengan mengibarkan bendera merah putih raksasa butuh persiapan, koordinasi dan perencanaan yang matang. Kondisi angin di sana cukup kencang tapi relatif aman," katanya lewat keterangan resmi.
Dia juga mengakui kalau perjalanan dari tempat persiapan bendera sampai ke atas tempat pengibaran, medannya cukup berat. Karena bergotong royong, maka mereka bisa mudah mengibarkannya.
Proses pengibaran bendera merah putih ini tak lepas dari bantuan banyak komunitas. Seperti Tyo Survival, Arei, Spirit Nusantara, Spirit The Mother Nature, Kwartir Ranting Ciawi, Kwartir Cabang Kabupaten Bogor, Pramuka Peduli Kwarran Ciawi, Pramuka Peduli Kabupaten Bogor, Saka Wana Bakti, Saka Wirakartika, Po2rose, Rimba serta Perhutani KPH Bogor.
Baca juga: Melihat Aksi Penyelam Kibarkan Bendera Merah Putih di Dasar Laut Gorontalo
Billy Andrias Budijanto dari Arei Outdoor Gear menceritakan, awalnya mereka ingin merayakan HUT ke-76 RI, dengan mengibarkan bendera rakasa merah putih tepat 17 Agustus 2021.
"Namun lewat pertimbangan dan masukan dari beberapa pihak, akhirnya bendera dikibarkan pada 15 Agustus 2021 saja," katanya.