HUT ke-76 Republik Indonesia adalah momentum yang pas untuk mengenang perjuangan pahlawan dalam memerdekaan bangsa dan negara dari penjajahan, kemudian menjadikannya sebagai semangat untuk mempercepat terwujudnya cita-cita kemerdekaan.
Pada 76 tahun lalu, sebuah rumah di kawasan Karawang, Jawa Barat, menjadi saksi bisu sejarang perjuangan penting kemerdekaan Indonesia. Adalah Rumah Rengasdengklok yang pada saat itu menjadi tempat para pemuda menyembunyikan Soekarno dan Hatta.
Baca juga: Liburan di Jakarta, Kunjungi 5 Museum Ini untuk Memperluas Wawasan
Sejumlah pemuda tersebut antara lain Soekarni, Wikana, Aidit dan Chaerul Saleh yang berasal dari perkumpulan "Menteng 31".

Rumah di Rengasdengklok (Wikimedia)
Peristiwa ini terjadi pada 16 Agustus 1945 pukul 03.00. WIB, Soekarno dan Hatta dibawa ke Rengasdengklok, untuk kemudian didesak agar mempercepat proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia.
Baca juga: Benteng Van Der Capellen di Batusangkar Bakal Jadi Museum
Rumah Rengasdengklok menjadi bagian penting dari sejarah Indonesia. Sebab tak hanya sekedar bangunan, ia melambangkan keterlibatan keturunan Tionghoa dalam mendukung kemerdekaan.
Mengutip laman Historia, Senin (16/8/2021), saat peristiwa Rengasdengklok, rumah tersebut diketahui milik keturunan Tionghoa bernama Djiauw Kie Siong.
Posisi bangunan rumah Rengasdengklok saat ini sudah bergeser. Awalnya rumah ini berada tepat di sisi tanggul Sungai Citarum. Tapi karena banjir besar melanda, lokasinya jadi pindah sektiar 20 meter.

Rumah berwarna hijau itu kini dihiasi berbagai gambar tokoh yang terlibat Peristiwa Rengasdengklok seperti Sukarno, Hatta, Wikana, Chaerul Saleh dan Achmad Soebarjo.
Sementara di dalam rumah terpajang sejumlah foto dan perabotan yang pernah digunakan Sukarno dan Hatta seperti tempat tidur, meja dan kursi.
(Salman Mardira)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.