Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengenal Berbagai Tradisi Malam 1 Suro, Perayaan Sakral bagi Masyarakat Jawa

Novie Fauziah , Jurnalis-Selasa, 10 Agustus 2021 |02:01 WIB
Mengenal Berbagai Tradisi Malam 1 Suro, Perayaan Sakral bagi Masyarakat Jawa
Kirab kebo bule, salah satu tradisi malam 1 Suro di Tanah Jawa (Foto: Instagram/@jo.chryst)
A
A
A

MALAM tahun baru Islam 1 Muharram atau malam 1 Suro biasanya setiap daerah memiliki kebiasaan, atau tradisi dalam menyambutnya. Terlebih ritual-ritual secara turun temurun akan dilaksanakan setiap tahunnya.

Momen tersebut biasanya dilakukan sebagai waktu untuk introspeksi diri, dan lebih mendekatkan diri kepada Tuhan. Oleh karenanya, berikut ini ragam tradisi dalam menyambut malam 1 Suro. Seperti dilansir MNC Portal Indonesia dari berbagai sumber;

Topo Bisu Mubeng Beteng, Yogyakarta

Masyarakat Yogyakarta pada malam 1 Suro, akan melakukan tradisi Topo Bisu Mubeng Beteng. Yakni suatu kepercayaan, mereka akan berjalan mengitari benteng Keraton tanpa menimbulkan suara sedikitpun.

Tradisi ini dilakukan sebagai suatu evaluasi diri yang diperbuat selama satu tahun. Biasanya Topo Bisu Mubeng Beteng ini dilakukan tengah malam atau bertepatan pada pukul 00.00 WIB.

Baca juga: Inilah Ritual 1 Suro di Berbagai Daerah Indonesia

Membersihkan Benda Pusaka, Jawa Tengah

Selanjutnya, pada malam 1 Suro masyarakat Jawa Tengah akan melakukan pembersihan atau mencuci benda pusaka, sebagai ritual wajib saat malam tersebut.

Ritual Malam 1 Suro

(Foto: Okezone.com)

Benda-benda yang dibersihkan pada malam 1 Suro yaitu mulai dari keris, batu cincin, hingga sepeda-sepeda tua yang diturunkan secat turun menurun.

Kirab Kebo Bule, Surakarta

Surakarta atau Solo memiliki tradisi khusus saat malam 1 Suro, yaitu Kirab Kebo Bule yang dilaksanakan di Keraton Kasunanan Surakarta.

Pada tradisi ini, nantinya masyarakat akan ikut mengarak kerbau dan berusaha menyentuh hewan ternak tersebut. Hal ini diyakini akan mendapatkan keberkahan setelah menyentuhnya.

Pembacaan Babad Cirebon, Cirebon

Cirebon juga memiliki tradisi khas saat malam 1 Suro. Badad Cirebon atau sejarah Cirebon akan dibacakan pada waktu sakral tersebut. Biasanya, prosesi ini digelar oleh keluarga Keraton Kanoman, Cirebon.

Kemudian mereka akan menarik replika kereta Paksi Nagaliman, dimana dulunya digunakan oleh Sunan Gunung Djati sebagai kendaraannya. Kereta tersebut diarak dari Keraton Kanoman, menuju makam Sunan Gunung Djati. Ritual ini dilakukan sebagai simbol meminta keselamatan.

(Rizka Diputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement