Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dokter Ungkap Masih Marak Hoaks Covid-19 Rekayasa dan PCR Bukan Alat Diagnostik

Leonardus Selwyn Kangsaputra , Jurnalis-Kamis, 29 Juli 2021 |16:41 WIB
Dokter Ungkap Masih Marak Hoaks Covid-19 Rekayasa dan PCR Bukan Alat Diagnostik
Ilustrasi hoaks soal covid-19. (Foto: Okezone)
A
A
A

PANDEMI covid-19 sudah 1 tahun lebih melanda Indonesia. Meski demikian, masih ada saja masyarakat yang tidak percaya. Bahkan, hal tersebut disebar ke media sosial hingga membuat masyarakat menjadi makin resah.

Influencer kesehatan sekaligus dokter relawan covid-19 Muhamad Fajri Adda'i coba menjawab stigma yang menyebut covid-19 hanyalah akal-akalan dan rekayasa semata. Hal tersebut ia ungkapkan lewat unggahan di akun Instagram-nya @dr.fajriaddai.

Baca juga: Dokter Relawan Covid-19 Ungkap Hoaks soal Lepas Masker Usai Divaksin 

"Hingga saat ini tidak ada bukti ilmiah yang menyatakan bahwa covid-19 ini adalah rekayasa. Termasuk pula tidak ada bukti bahwa virus ini buatan laboratorium. Kasus covid-19 cepat meningkat karena dapat ditularkan oleh pasien tanpa gejala sehingga cukup sulit mencegah penularannya di masyarakat. Apalagi bila mobilitas masyarakatnya tinggi," terang dr Fajri.

Ilustrasi pandemi covid-19. (Foto: Shutterstock)

Selain itu, beredar kabar di media sosial terkait masyarakat yang tidak percaya dengan alat Polymerase Chain Reaction (PCR) yang biasa digunakan untuk mendeteksi covid-19. Kabar tersebut bahkan menganggap PCR bukanlah alat diagnostik.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement