"Layanan tersebut memberikan jasa konsultasi dokter gratis dan jasa pengiriman obat gratis. Memang telemedicine ini baru kita luncurkan di seluruh ibukota provinsi di Jawa dan Bali dan rencananya akan kita perluas ke seluruh provinsi," tambahnya.
Ia menyebut bahwa masyarakat yang hendak membeli obat secara mandiri harus berhati-hati. Sebab obat-obatan yang direkomendasikan untuk penyembuhan Covid-19 adalah obat yang harus diberikan dengan resep.
"Untuk tiga obat seperti Gamaras, Atemra dan Remdesivir itu harus disuntikan dan hanya bisa dilakukan di rumah sakit. Jadi tolong biarkan obat-obatan ini dikonsumsi sesuai dengan prosedurnya. Karena saya lihat banyak yang takut dan membeli sendiri obat-obatan ini dan ditaruh di rumah untuk stok. Kasihan yang sakit," tambahnya.
Menkes memperkirakan jika 20 juta keluarga menengah ingin menyetok Azitromisin 1 paket 5 tablet. Maka 100 juta obat akan tertarik dari apotek dan disimpan di rumah sebagai stok.
"Padahal harusnya obat-obatan ini dipakai sebagai resep untuk orang yang sakit. Jadi tolong biarkan obat ini dibeli oleh orang yang membutuhkan dan jangan dibeli hanya untuk stok," tuntasnya.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.