JURU Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Dokter Reisa Broto Asmoro mengatakan bahwa berdasarkan data Satgas Covid-19 selama tujuh hari terakhir ditemukan sekira 11,17 persen masyarakat Indonesia tidak menjaga jarak dan tak menghindari keramaian.
"Data menunjukkan 11 persen masyarakat Indonesia tidak jaga jarak dan tidak menghindari kerumunan. Ini artinya 1 dari 10 orang masih suka berkerumun," ujar Dokter Reisa dalam tayangan Siaran Pers PPKM Dalam Rangka Hari Anak Nasional, Jumat (23/7/2021).
Baca juga: Dokter Reisa: Anak Jangan Dibawa Keluar Dulu, Tetap di Rumah Saja

Sementara untuk persentase kepatuhan, sudah sekira 88,83 persen masyarakat Indonesia patuh menjaga jarak dan menghindari kerumunan.
Fakta di lapangan yang memperlihatkan masih adanya 1 dari 10 orang abai dalam menjaga jarak fisik dan tetap mendatangi keramaian. Ini sangat disayangkan oleh Dokter Reisa.
"Padahal, cara mengakhiri pandemi itu harus dengan usaha bersama, harus bareng-bareng. Kebiasaan seperti ini jangan dicontoh," jelasnya.
Baca juga: Jika Positif Covid-19, Dokter Reisa: Jangan Panik dan Tak Perlu Rebutan Kamar RS
Sebagaimana diketahui, pandemi covid-19 di Indonesia sudah berlangsung selama 1,5 tahun dan bahkan situasinya beberapa waktu belakangan bertambah darurat. Mirisnya, fakta di lapangan memperlihatkan masih banyak orang belum sepenuhnya patuh dan disiplin menjalankan protokol kesehatan.
Sebagian masyarakat Indonesia masih kerap melanggar aturan protokol kesehatan. Contohnya, tidak menjaga jarak dengan orang lain dan berkerumun. Ini menjadikan tingkat kepatuhan dalam hal menjaga jarak dan menghindari kerumunan di Indonesia belum bisa 100 persen.
(Hantoro)