Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gejala Reinfeksi Covid-19 Lebih Parah dari yang Pertama, Benarkah?

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Jum'at, 16 Juli 2021 |10:27 WIB
Gejala Reinfeksi Covid-19 Lebih Parah dari yang Pertama, Benarkah?
Pasien Covid-19 (Foto: Reuters)
A
A
A

REINFEKSI Covid-19 lebih berisiko pada lansia yang berhasil sembuh dari Covid-19. Penyintas dengan penyakit bawaan atau komorbid pun masuk dalam kelompok berisiko.

Sampai sejauh ini, belum ada yang bisa menerka kapan reinfeksi Covid-19 terjadi lagi pada penyintas Covid-19. Itu kenapa prokes mesti dilakukan juga oleh mereka yang sudah sembuh dari Covid-19 karena risiko terinfeksi ulang masih bisa terjadi.

 terinfeksi Covid-19

Terlebih, kekuatan antibodi yang dihasilkan pun sampai saat ini belum bisa dipastikan oleh para peneliti di dunia.

Namun, bicara soal reinfeksi Covid-19, banyak berseliweran di tengah masyarakat informasi mengenai gejala reinfeksi yang dikatakan lebih parah dari infeksi Covid-19 pertama. Apakah ini benar?

"Hingga saat ini, berbagai penelitian belum sampai pada satu kesimpulan apakah gejala reinfeksi pasti lebih parah dibandingkan sebelumnya atau tidak,' terang Dokter Spesialis Penyakit Dalam Primaya Evasari Hospital, dr Yoga Fitria Kusuma, SpPD, Jumat (16/7/2021).

Dokter Yoga mencoba menjelaskan beberapa temuan ilmiahnya mengenai kasus reinfeksi dan gejala yang muncul tersebut.

"Dokter di Gulhane Training and Research Hospital di Turki menyebutkan bahwa terdapat pasien yang pada infeksi pertama tak mengalami gejala, namun saat reinfeksi mengalami gejala ringan. Sedangkan, bila pada infeksi pertama harus dirawat di rumah sakit, pasien memerlukan perawatan intensif saat reinfeksi, terutama kalangan lansia yang memiliki penyakit penyerta," terang dr Yoga.

Namun, sambungnya, beberapa penelitian lain menemukan, tidak ada perbedaan gejala antara infeksi pertama dan kedua. Malah ada pasien yang gejalanya lebih ringan ketika terkena reinfeksi Covid-19.

"Salah satu faktor yang diduga berpengaruh adalah sistem imun. Jika imun yang terbentuk dari infeksi pertama masih kuat dan bisa melawan virus SARS-CoV2 penyebab Covid-19, maka gejalanya akan ringan atau bahkan tidak ada gejala. Sedangkan, bila imun sudah lemah atau tidak dapat menemukan virus corona yang menyerang tubuh seseorang, maka gejalanya bisa lebih berat," terang dr Yoga.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement