Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pasien Isoman di Bodetabek Kini Dapat Obat dan Telemedis Gratis, Begini Caranya

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Kamis, 15 Juli 2021 |13:09 WIB
Pasien Isoman di Bodetabek Kini Dapat Obat dan Telemedis Gratis, Begini Caranya
Ilustrasi obat terapi covid-19 untuk pasien isoman. (Foto: Pexels/Pixabay)
A
A
A

LAYANAN obat terapi covid-19 dan telemedis gratis untuk pasien isolasi mandiri (isoman) kini tidak hanya diberikan kepada warga DKI Jakarta, melainkan juga untuk penduduk Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Bodetabek). Kementerian Kesehatan (Kemenkes) secara resmi memperluas cakupan layanan obat dan telemedis gratis tersebut.

Pada awalnya layanan telemedis dan obat terapi covid-19 hanya diberikan untuk warga DKI Jakarta yang melakukan isoman. Tapi dikarenakan antusias yang tinggi dan dirasa sangat bermanfaat untuk masyarakat, akhirnya cakupan wilayah untuk program tersebut diperluas.

Berdasarkan keterangan resmi Kemenkes, total ada 11 platform telemedis di Indonesia yang bekerja sama, yakni Halodoc, YesDok, Alodokter, Klik Dokter, SehatQ, Good Doctor, Klinikgo, Link Sehat, Milvik, Prosehat, dan Getwell.

Baca juga: Alasan Obat Antibiotik dan Antivirus Covid-19 Harus dengan Resep Dokter 

Lantas bagaimana cara mendapatkan obat terapi covid-19 dan telemedis tersebut?

"Alur layanan telemedis covid-19 pun kini dibuat lebih efektif dan efisien. Jadi, pasien tidak perlu lagi mengirim pesan ke apotek Kimia Farma, tapi cukup mengisi form pemesanan obat dan unggah KTP di platform telemedis yang dipilih dan semuanya sudah langsung diproses secara otomatis," jelas laporan terbaru Kemenkes belum lama ini.

Ilustrasi obat terapi covid-19. (Foto: Thailandmedical)

Layanan telemedis gratis dimulai dari proses pengambilan dan pemeriksaan sampel di laboratorium. Untuk mendapatkan layanan ini, pasien harus melakukan tes PCR atau antigen di laboratorium yang telah terafiliasi dengan sistem New All Record (NAR) Kemenkes.

Jika hasilnya positif dan laboratorium penyedia layanan tes covid-19 melaporkan data hasil pemeriksaan ke database NAR Kemenkes, maka pasien akan menerima pesan WhatsApp dari Kemenkes RI (dengan centang hijau) secara otomatis.

Baca juga: Viral Uap Air Panas Bunuh Virus Covid-19, Ini Penjelasan Dokter 

Namun, apabila tidak mendapatkan WA pemberitahuan, pasien bisa memeriksa NIK secara mandiri di situs https://isoman.kemkes.go.id.

Setelah dapat WA pemberitahuan, pasien bisa melakukan konsultasi secara daring dengan dokter di salah satu dari 11 layanan telemedis.

Caranya tekan link yang ada di pesan WA dari Kemenkes atau di link yang muncul saat pengecekan NIK mandiri di situs https://isoman.kemkes.go.id/panduan, lalu memasukkan kode voucher supaya bisa konsultasi dan dapat paket obat gratis.

Sebelum berkonsultasi, pasien harus menginformasikan bahwa dirinya adalah pasien program Kemenkes. Selesai konsultasi, dokter akan memberikan resep digital sesuai kondisi pasien. Hanya pasien kategori isoman yang akan mendapatkan obat dan vitamin secara gratis.

Tidak semua jenis obat diberikan gratis, hanya ada 2 paket obat yang ditanggung Kemenkes yakni Paket A (Orang Tanpa Gejala) berupa multivitamin C, D, E, Zinc sebanyak 10 butir konsumsi satu kali sehari.

Baca juga: Cerita Bangganya Alif Siswa SMP Divaksin Covid-19: Aku Percaya Bukan untuk Mencelakai 

Paket B (Bergejala Ringan) berupa multivitamin C, D, E, Zinc sebanyak 10 butir konsumsi satu kali sehari, Azithromycin 500 mg sebanyak 5 butir konsumsi sehari sekali, Oseltamivir 75mg sebanyak 14 butir konsumsi dua kali sehari, dan parasetamol tab 500 mg sebanyak 10 butir (apabila dibutuhkan).

Ditekankan bahwa obat dan vitamin yang diberikan hanya untuk konsumsi pasien dan tidak boleh diperjualbelikan.

Pengiriman obat dan/atau vitamin dari apotek Kimia Farma ke alamat pasien akan dibantu oleh jasa ekspedisi SiCepat. Untuk itu, pastikan pengisian alamat pengiriman di platform telemedisin sudah benar, sesuai dengan alamat pasien.

Baca juga: 50 Juta Dosis Vaksin Pfizer Siap Masuk Indonesia Telah Kantongi Izin BPOM 

Setelah diproses, pasien akan mendapatkan SMS dari SiCepat yang berisi nomor resi dan status pengiriman. Jadi pasien bisa memantau lokasi atau posisi barang kiriman.

"Di masa pandemi sekarang ini, layanan telemedis menjadi salah satu opsi terbaik untuk tetap memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat dengan risiko kesehatan yang seminimal mungkin. Karena antara pasien dan dokter tak perlu bertatap muka, cukup berkonsultasi secara online," terang laporan Kemenkes tersebut.

(Hantoro)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement