Perempuan yang juga menjabat sebagai Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2ML) Kementerian Kesehatan ini pun mengatakan, langkah ini memang dilakukan lantaran banyaknya permintaan dari masyarakat yang belum bisa mendapatkan vaksin.
“Jadi tidak benar bila program Vaksinasi Gotong Royong Individu dilakukan dikarenakan oleh desakan Kementerian BUMN,” tutur dia.
Sebagaimana diketahui, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa Vaksin Gotong Royong merupakan opsi. Terkait dengan hal, apakah masyarakat bisa mengambilnya atau tidak, yang penting pemerintah telah membuka pilihan yang luas bagi mereka yang ingin mengambil vaksin gotong royong baik melalui perusahaan maupun individu.
Menurutnya, banyak pengusaha yang belum bisa mendapatkan akses ke vaksin gotong royongnya Kamar Dagang dan Industri (Kadin). Ada beberapa perusahaan pribadi atau perusahaan kecil yang ingin akses ke vaksin gotong royong, tapi belum masuk ke programnya Kadin.
(Martin Bagya Kertiyasa)