SEBANYAK 3.000.060 dosis vaksin Moderna yang di kirim dari Amerika Serikat (AS) tiba di Indonesia pada Minggu 11 Juli 2021 melalui Bandara Soekarno-Hatta. Vaksin Covid-19 tersebut rencananya akan diprioritaskan untuk para tenaga kesehatan (Nakes), yang berfungsi sebagai vaksinasi tahap ketiga atau booster.
Sebagaimana diketahui, saat ini sudah banyak sekali nakes yang gugur saat bertugas lantaran terpapar Covid-19. Meski sudah mendapatkan vaksinasi lengkap dari Sinovac pada awal tahun, namun keselamatan para nakes sebagai garda terdepan dalam penanggulangan Covid-19 harus mendapatkan perhatian yang lebih.

Meski demikian, apakah penggabungan vaksin Sinovac yang sebelumnya sudah diterima para nakes dengan vaksin Moderna yang bakal dilakukan, aman? Menjawab hal tersebut, Influencer Kesehatan sekaligus Dokter Relawan Covid-19, dr. Muhamad Fajri Adda’i mengatakan hingga saat ini belum ada penelitian terhadap hal tersebut.
“Jadi belum ada studinya menggabungkan Moderna dengan Sinovac. Begitu pun halnya dengan AstraZeneca dan Moderna, itu belum. Kalau berbicara keamanan, kemungkinan besar sih aman. Karena banyak negara melakukan kebijakan penggabungan vaksin ini,” terang dr. Fajri saat dihubungi MNC Portal, Selasa (13/7/2021).