DI tengah pandemi Covid-19 banyak beredar hoax tentang Covid-10. Khususnya di media sosial, berita hoax pun terus bermunculan. Membuat masyarakat makin resah.
Dokter Mahesa Paranadipa M, M.H, selaku Ketua Umum DPP Masyarakat Hukum Kesehatan Indonesia (MHKI) mengatakan, masyarakat harus lebih berhati-hati dan melatih diri untuk melawan hoax.
"Masyarakat harus berusaha menyaring berita yang belum valid terutama menyangkut isu kesehatan, termasuk isu Covid-19," ujarnya belum lama ini.

Sejatinya, terang Dokter Mahesa, hoax kesehatan itu dampaknya lebih parah dari masalah kesehatan itu sendiri. Orang jadi lebih mudah percaya informasi-informasi yang tidak jelas kebenarannya. Padahal seharusnya orang bertanya kepada dokter sebagai pakar medis.
"Guna menanggulanginya, pemerintah harus segera bertindak cepat. Artinya mereka harus memberikan informasi dan pernyataan sebelum hoax itu ditelan mentah-mentah oleh banyak orang," ujar Dokter Mahesa.
Hal senada diungkapkan oleh Jojo S. Nugroho, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Public Relations Indonesia (APPRI). Ia menyebut, terdapat banyak infodemik yakni, kondisi di mana terlalu banyak informasi menyebar dengan cepat namun tidak akurat dan cenderung negatif.