KEBUTUHAN obat-obatan meningkat sejalan dengan lonjakan kasus Covid-19. Tapi, banyak kabar di masyarakat mengatakan obat Covid-19 begitu sulit didapatkan di apotek.
Salah satu contoh sulitnya mendapat obat terjadi di Tangerang Selatan. Di sana diketahui apotek diserbu masyarakat karena obat di puskesmas habis tetapi resep dokter sudah di tangan.
Menanggapi hal ini PLT Dirjen Farmalkes Kementerian Kesehatan (Kemenkes), drg. Arianti Anaya, MKM, menyatakan akan mempercepat pendistribusian obat-obatan Covid-19. Kemenkes pun mendorong industri obat dan Pharmaceutical Benefit Scheme (PBS) untuk cepat mengeluarkan obat-obatan ke fasilitas kesehatan dan apotek.
"Ini penting agar masyarakat mendapatkan hak mereka untuk memiliki akses obat," tegasnya.
Ade menekankan, bagi pihak industri yang menimbun obat, maka akan ada sanksi tegas yang akan diberikan. Sebab, Kemenkes bekerja sama dengan pihak penegak hukum untuk menghentikan percobaan-percobaan semacam itu di lapangan.
"Kami pastikan masyarakat jadi prioritas dalam mendapatkan obat-obatan Covid-19 ini. Untuk itu, kami minta agar industri tidak menahan obat-obatan," tambah Ade.
Senada, Plt. Dirjen Farmalkes Kemenkes, drg. Arianti Anaya, MKM, pun meminta kepada industri obat maupun pedagang besar farmasi (PBF) untuk segera mendistribusikan obat-obatan ini ke masyarakat.
Jika memang ada kendala dalam ketersediaan di industri, Kemenkes meminta agar proses produksi ataupun impor obat dipercepat. "Sebab, memastikan masyarakat mendapatkan obat adalah hak mereka," tambah Ade, sapaan akrabnya.
Ia melanjutkan, Kemenkes pun bekerja sama dengan aparat penegak hukum untuk memastikan tidak ada industri atau PBF yang berani-beraninya menimbun atau menahan obat.
"Kemenkes bekerja sama dengan aparat agar tidak terjadi penimbunan obat, Jika diketahui ada yang melakukan upaya itu, tentu ada sanksi dari aparat," terang Ade.
Sayangnya Ade tidak menjelaskan lebih detail mengenai sanksi yang dimaksud. "Kami tidak bilang ada atau tidak. Tapi, yang jelas kami pastikan stok obat ada dan banyak. Jadi, kalau kami hitung dari kebutuhan dan ketersediaan, harusnya cukup," paparnya.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.