PENGOBATAN Covid-19 menurut Kemenkes biasanya adalah 10+3 hari. Jika 10 hari tidak ada gejala, maka bisa melakukan karantina tambahan 3 hari sebelum dipastikan untuk bebas dari Covid-19.
Tapi Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Profesor Ari Fahrial Syam hanya menjalani 7 hari hari, untuk sembuh. Pertama, Prof Ari berkonsultasi dengan dokter, untuk obat yang diminumnya.
"Alhamdulillah setelah dua atau tiga hari setelah minum obat, gejala-gejala yang saya rasakan berkurang semua," terang Prof Ari yang merupakan spesialis penyakit dalam.
Memiliki CT Value-nya 14,3, prof Ari mengalami pegal-pegal linu, meriang walau suhu tubuh tidak demam, dan hidungnya terasa panas. Selain obat-obatan dia juga banyak beristirahat, menjaga kesehatan mental, mengonsumsi makanan bergizi tinggi, olahraga ringan, dan mempertebal keimanan.
Dia pun makan tiga kali sehari dengan menu sayur dan mengonsumsi buah-buahan seperti mangga, pepaya, dan melon. Prof Ari juga mengaku melakukan gerakan yang membantu pernapasannya membaik. Jadi, sekalipun hanya di kamar saja menjalani isolasi mandiri, tubuh tetap harus bergerak
Di sisi lain, Prof Ari memastikan dirinya tidur 6 jam sepanjang malam. Tidak hanya itu, dia juga mengaku kerap tidur di waktu aktif.
"Konsumsi obat-obatan yang dianjurkan dokter, makan makanan bergizi baik, dan istirahat cukup. Insya Allah kita bisa lolos dari penyakit ini dan bisa keluar dari isolasi mandiri dengan sehat," pungkasnya.
Baca Selengkapnya: Prof Ari Ungkap Rahasia Cepat Sembuh dari Covid-19 dalam 7 Hari
(Martin Bagya Kertiyasa)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.