LONJAKAN pasien Covid-19 yang terjadi di mana-mana menyebabkan semakin meningkatnya kebutuhkan oksigen. Apalagi jumlah pasokan oksigen di rumah sakit makin terbatas, bahkan dokter sampai memilah-milah pasien mana saja yang butuh oksigen.
Antara jumlah kebutuhan oksigen dan pasokan tabung oksigen sendiri juga kurang seimbang. Akibatnya banyak pasien Covid-19 yang tak mendapatkan suplai tabung oksigen.

Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika Dedi Permadi dalam siaran langsung Keterangan Pers Harian PPKM Darurat melalui akun Youtube BNPB menjelaskan, penambahan kasus yang tinggi setiap harinya membuat kebutuhan suplai oksigen diperkirakan mencapai 1.700 ton oksigen per hari sampai tanggal 20 Juli mendatang.
Berbanding lurus dengan kebutuhan suplai oksigen di atas, maka juga akan dibutuhkan sekitar 4.700 konsentrator oksigen untuk pemenuhan kebutuhan tersebut. Oleh karena itu, baik pemerintah maupun pihak swasta perlu berkerja sama guna menyediakan tabung oksigen yang dibutuhkan masyarakat.
Influencer Kesehatan Sekaligus Dokter Relawan Covid-19, dr. Muhamad Fajri Adaa’i menjelaskan beberapa alasan yang membuat pasokan tabung oksigen menjadi langka saat ini. Sebab banyak orang yang tidak dapat tempat di rumah sakit memutuskan untuk membeli oksigen sendiri.
"Alhasil kelangkaan oksigen ini bisa terjadi karena memang habis pasokan di rumah sakit, dan bisa pula karena oksigen yang diperjualbelikan di masyarakat," katanya belum lama ini.
Wakil Menteri Kesehatan dr. Dante Saksono Harbuwono mengatakan, memang ketersediaan oksigen merupakan hal yang esensial yang harus segera dipenuhi di tengah kenaikan kasus Covid-19. "Apalagi pandemi ini memang harus dihadapi bersama, saling bahu membahu dari seluruh stakeholder yang ada, baik pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat,” Jumat, (9/7/2021).
Sementara itu, Board of Trustee Tanoto Foundation, Anderson Tanoto mengatakan, pihaknya terpanggil untuk merespon ketika mendapatkan informasi bahwa ketersediaan oksigen bagi rumah sakit-rumah sakit yang merawat pasien Covid-19 mulai terbatas. Oleh karena itu, pihaknya segera menyalurkan oksigen yang diproduksi di Pangkalan Kerinci, Riau ke pulau Jawa untuk membantu memasok oksigen bagi rumah sakit-rumah sakit yang membutuhkan.
"Pemberian pasokan oksigen sebanyak 500 ton oksigen ke berbagai rumah sakit di Pulau Jawa dilakukan di bawah koordinasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia,” tambah Anderson.
Kebutuhan oksigen medis di Indonesia mengalami kenaikan berkali-kali lipat dari biasanya. Sebab pasien Covid-19 yang butuh oksigen melonjak.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.