PEMERINTAH Singapura menyatakan akan menghentikan perhitungan kasus Covid-19. Alih-alih menghitung semua infeksi setiap hari, negara itu hanya memantau data pasien yang dirawat di rumah sakit, pasien dalam perawatan intensif (dirawat di ICU), dan kematian.
Langkah itu diajukan oleh menteri keuangan, bisnis, dan kesehatan Singapura sebagai bagian dari visi new normal karena vaksin mengurangi keparahan penyakit.
"Kita tidak bisa membasmi (Covid-19), tapi kita bisa mengubah pandemi menjadi sesuatu yang tidak terlalu mengancam, seperti influenza, penyakit tangan, kaki dan mulut, atau cacar air, dan melanjutkan hidup kita," kata ketiga menteri tersebut, dikutip dari Daily Mail, Senin (5/7/2021).
Para menteri mengatakan status virus akan berpindah dari pandemi ke endemik, karena vaksin dan perawatan dapat mengurangi keparahan dan potensi membuat orang meninggal. Ini pun menggambarkan visi mereka untuk masa depan pandemi Covid-19. "Karena kemungkinan jatuh sakit akibat influenza sangat rendah, orang-orang akan hidup dengannya," tulis para menteri dalam editorial bersama di Straits Times.
Mereka melanjutkan aktivitas sehari-hari mereka bahkan selama musim flu, mengambil tindakan pencegahan sederhana atau mendapatkan suntikan flu tahunan. "Tindakan ini akan menjadi prioritas kami dalam beberapa bulan mendatang," sambungnya.
Di bawah visi mereka tentang normal baru, para menteri mengatakan sebagian besar orang yang sudah divaksin lalu terinfeksi, mereka dapat pulih di rumah karena kondisinya tidak akan serius. "Masyarakat yang isolasi mandiri di rumah juga jadi tidak lebih sakit karena mereka sudah divaksin," tambah mereka.
Selain itu, tes antigen juga akan digunakan untuk mendeteksi keberadaan wabah besar, sebelum individu dikonfirmasi dengan tes PCR yang lebih akurat. Hanya mereka yang dites positif, baru dipaksa untuk isolasi. "Sebagai hasil dari pengujian yang kurang ketat, angka infeksi Covid setiap hari mungkin tidak lagi relevan," tulis mereka.
"Alih-alih memantau jumlah infeksi Covid-19 setiap hari, kami akan fokus pada hasil: berapa banyak yang jatuh sakit parah, berapa banyak pasien di unit perawatan intensif, berapa banyak yang perlu diintubasi untuk oksigen, dan sebagainya. Ini seperti bagaimana kita sekarang memantau influenza," terang menteri.
Asalkan angka-angka itu tetap dalam norma musiman yang dapat ditangani oleh sistem perawatan kesehatan, ekonomi dapat dibuka kembali lebih penuh dengan acara besar dan perayaan publik diizinkan untuk dilanjutkan. Perjalanan internasional juga akan dimulai kembali, meskipun hanya antarnegara yang juga telah mengurangi virus ke tingkat endemik.
"Pengujian perbatasan dan 'paspor vaksin' juga kemungkinan akan menjadi bagian dari normal baru, dan mungkin tetap ada di masa mendatang," jelas mereka.
"Sejarah telah menunjukkan bahwa setiap pandemi akan berjalan dengan sendirinya. Kita harus memanfaatkan semua energi, sumber daya, dan kreativitas kita untuk transit secepat mungkin ke keadaan akhir yang diinginkan. Ilmu pengetahuan dan kecerdikan manusia pada akhirnya akan menang atas Covid-19," ucap menteri.