BEREDAR kabar di media sosial obat Ivermectin laku keras. Pembelian dan penggunaan obat ini pun jadi sangat masif gegara banyak public figur merekomendasikannya.
Tak hanya banyak yang beli, dari unggahan akun Twitter Epidemiolog @drpriono1, terlihat bahwa obat Ivermectin harganya langsung menjulang tinggi. Diperkirakan, kenaikan harganya sebanyak 25 kali lipat.

Padahal, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sangat tegas mengatakan bahwa obat keras, termasuk di dalamnya antivirus, antiparasit, dan antibiotik, semua itu penggunaannya harus tepat, tidak boleh sembarang.
"Mengimbau pada masyarakat agar hati-hati dalam mengonsumsi obat-obatan dalam upaya pengobatan Covid-19," kata Kepala BPOM Penny K. Lukito, dalam keterangan resminya, Jumat (2/7/2021).
"Penggunaan obat-obat seperti antivirus, antiparasit, dan antibiotik yang merupakan obat keras, harus berdasarkan petunjuk dokter yang diperoleh bisa melalui konsultasi secara langsung maupun telemedis," sambungnya.
