Kemudian dr. Hanny menjelaskan, pasien vitiligo harus tetap percaya diri dan meningkatkan kualitas hidupnya. Menurutnya, banyak contoh orang yang tetap berkarya.
Misalnya salah seorang model yang mengidap vitiligo, ia tetap maju dan malahan jadi inspirasi bagi banyak orang.
Sementara itu, Indonesia sendiri belum memiliki data resmi terkait jumlah pengidap vitiligo. Hal ini menjadi tugas yang harus dilakukan oleh para tenaga medis, khususnya dokter kulit.
"Data di Indonesia belum terdata dan tersedia dengan baik. Dan mungkin ini merupakan PR kita, untuk melakukan pendataan pasien-pasien vitiligo di seluruh Indonesia," pungkasnya.
(Dyah Ratna Meta Novia)