Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ada Festival Perahu Naga, Begini Makna dan Sejarah Tradisi Peh Cun

Leonardus Selwyn Kangsaputra , Jurnalis-Senin, 14 Juni 2021 |16:12 WIB
Ada Festival Perahu Naga, Begini Makna dan Sejarah Tradisi Peh Cun
Festival Perahu Naga dalam rangkaian tradisi Peh Cun (Exptat Living Hong Kong)
A
A
A

PEH Cun atau lebih dikenal sebagai festival Duan Wu Jie adalah salah satu festival penting dalam kebudayaan dan sejarah Tionghoa. Di antara rangkaian tradisi ini yang terkenal adalah Festival perahu Naga. Sesuai dengan namanya, Peh Cun yang diambil dari bahasa Hokkien dan sangat identik dengan bacang.

Masyarakat Tionghoa lebih mengenal bacang dengan nama zongzi, sementara dalam bahasa Inggris lebih dikenal sebagai rice dumplings.

Baca juga: Makna Cheng Beng, Sembahyang Kubur Mengenang Para Arwah

Festival Peh Cun tahun ini jatuh pada Senin, 14 Juni 2021 yang dirayakan pada hari kelima, bulan kelima dalam penanggalan lunar Tionghoa. Tradisi Peh Cun ini mengandung banyak nilai positif seperti kerjasama, ketekunan, kebaikan, dan siap berkorban saat dibutuhkan. Merangkum dari laman resmi Wonderfull Indonesia, pada awalnya bacang diisi dengan daging babi yang dibumbui dan dibungkus dengan daun bambu.

Meski demikian, masyarakat Indonesia membuat bacang dengan nasi atau ketan yang diisi dengan daging ayam atau daging sapi yang dimasak dengan rempah. Ada pula yang memberikan isian bacang dengan aneka buah-buahan manis, bagi mereka yang gemar mengonsumsi makanan manis.

Merangkum dari China Highlights, Senin (14/6/2021), festival Peh Cun ternyata memiliki sejarah panjang yang sudah ada lebih dari 2 ribu tahun yang lalu.

Salah satu sejarah yang menginspirasi Peh Cun adalah peringatan legenda terkenal bernama Qu Yuan yang terjadi pada zaman negara-negara berperang.

Baca juga: Makna di Balik Pembersihan Rupang Patung Dewa Jelang Perayaan Imlek

Menurut legenda, Qu Yuan adalah seorang penyair patriotik sekaligus pejabat setia negara Chu selama periode negara-negara berperang. Qu Yuan lahir di keluarga yang berkuasa dan bertugas di kantor tinggi. Ia merupakan penasihat nomor satu Kerajaan Chu dan mengabdikan seluruh hidupnya untuk membantu raja membangun Negara Chu agar lebih kuat.

Kala itu Qu Yuan menyarankan Raja untuk bersekutu dengan Negara Qi (salah satu dari tujuh negara yang bertikai: Qi, Chu, Yan, Han, Zhao, Wei, dan Qin). Tujuannya adalah untuk berperang melawan Negara Qin yang paling kuat. Sayangnya, Qu Yuan difitnah oleh pejabat yang cemburu dan dituduh melakukan pengkhianatan.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement