NEW DELHI - Data pribadi sejumlah wisatawan yang belum ditentukan jumlahnya telah disusupi setelah perusahaan yang melayani maskapai nasional India diretas.
"Para peretas dapat mengakses data selama 10 tahun termasuk nama, paspor, dan detail kartu kredit dari Sistem Layanan Penumpang SITA yang berbasis di Atlanta," ujar Air India dalam sebuah pernyataan pada Jumat dilansir Okezone dari Global News CA.
Peretasan ini terbongkar setelah hampir tiga bulan sejak pertama kali diinformasikan oleh penyedia IT.

Baca Juga:
5 Festival Budaya Terkenal di Negara Bagian India
Pria Muslim Ditahan karena Meminta Orang-orang Pasang Bendera Palestina di Rumah dan Kendaraan